Memilih material atap tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Oleh karena itu, pemahaman tentang jenis bahan sangat diperlukan sebelum membeli. Saat ini, atap berbahan plastik semakin banyak digunakan pada hunian modern. Selain itu, dua jenis yang sering dibandingkan adalah uPVC dan cPVC.
Namun demikian, masih banyak orang yang belum memahami apa beda atap uPVC dan cPVC secara teknis. Padahal, perbedaan tersebut dapat memengaruhi daya tahan dan fungsi bangunan. Yuk simak artikel di bawah ini!
Perbedaan Atap uPVC dengan cPVC

Sebelum memilih material untuk kebutuhan bangunan, penting untuk memahami karakter dasar masing-masing bahan. Oleh karena itu, perbedaan atap uPVC dengan cPVC perlu dijelaskan secara sederhana. Meskipun keduanya berbahan dasar PVC, fungsi dan penggunaannya berbeda. Dengan demikian, keputusan pembelian dapat disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi.
1. Perbedaan Komposisi Material
uPVC merupakan singkatan dari unplasticized polyvinyl chloride. Artinya, material ini tidak dicampur plasticizer sehingga lebih kaku dan kuat. Selain itu, struktur uPVC dirancang untuk penggunaan luar ruangan seperti atap. Sementara itu, cPVC adalah PVC yang telah melalui proses klorinasi tambahan. Oleh karena itu, cPVC memiliki ketahanan suhu lebih tinggi dibanding PVC biasa.
2. Ketahanan Terhadap Cuaca dan Suhu
uPVC dikenal tahan terhadap paparan sinar UV dan hujan deras. Oleh sebab itu, material ini sangat cocok digunakan sebagai penutup atap. Selain itu, risiko retak akibat perubahan cuaca dapat diminimalkan. Sebaliknya, cPVC lebih unggul dalam menahan suhu tinggi. Namun demikian, ketahanan panas tersebut lebih dibutuhkan pada sistem perpipaan daripada atap.
3. Fungsi Utama dalam Konstruksi
Atap uPVC diproduksi khusus dalam bentuk lembaran bergelombang atau berongga. Oleh karena itu, penggunaannya difokuskan pada sistem atap dan dinding bangunan. Selain itu, bobotnya yang ringan memudahkan proses pemasangan. Sementara itu, cPVC lebih sering diproduksi dalam bentuk pipa. Dengan demikian, aplikasinya lebih umum pada instalasi air panas dan industri.
4. Biaya dan Efisiensi Penggunaan
Dari sisi biaya, uPVC untuk atap dinilai lebih efisien karena sesuai peruntukannya. Oleh sebab itu, material ini tidak memerlukan modifikasi tambahan saat pemasangan. Selain itu, perawatannya relatif minim dalam jangka panjang. Sementara itu, penggunaan cPVC sebagai atap kurang efisien karena tidak dirancang untuk fungsi tersebut. Dengan demikian, pemilihan material harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik proyek.
Aplikasi Ideal uPVC dan cPVC dalam Konstruksi

Setelah memahami perbedaannya, penting untuk mengetahui aplikasi ideal masing-masing material. Oleh karena itu, pemilihan bahan harus mempertimbangkan fungsi dan kondisi lingkungan bangunan. Dengan demikian, hasil konstruksi akan lebih optimal dan tahan lama.
1. Aplikasi uPVC untuk Atap Hunian
uPVC sangat ideal digunakan pada rumah tinggal, ruko, dan gudang. Selain itu, material ini cocok untuk iklim tropis dengan panas dan hujan tinggi. Oleh sebab itu, daya tahan terhadap korosi dan sinar matahari menjadi nilai tambah. Dengan demikian, kenyamanan penghuni dapat terjaga lebih lama.
2. Kombinasi uPVC dengan Rangka Baja Ringan
Atap uPVC sering dipadukan dengan rangka baja ringan. Hal ini karena bobotnya ringan dan tidak membebani struktur. Selain itu, pemasangan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Oleh karena itu, sistem atap modern banyak menggunakan kombinasi ini. Dengan demikian, biaya tenaga kerja dapat ditekan.
3. Aplikasi cPVC untuk Sistem Perpipaan
cPVC lebih ideal digunakan pada instalasi air panas dan sistem industri. Hal ini karena materialnya tahan terhadap suhu tinggi. Selain itu, cPVC mampu menjaga stabilitas tekanan air dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, material ini banyak dipakai di hotel, rumah sakit, dan pabrik. Dengan demikian, fungsinya lebih spesifik dibanding uPVC.
4. Pemilihan Berdasarkan Kebutuhan Proyek
Setiap proyek memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, material harus dipilih sesuai fungsi utamanya. Jika kebutuhan utamanya adalah atap, maka uPVC lebih direkomendasikan. Sebaliknya, jika proyek memerlukan instalasi air panas, maka cPVC lebih tepat digunakan. Dengan demikian, efisiensi dan ketahanan bangunan dapat dicapai secara maksimal.
Tinggalkan Material Lama, Gunakan Atap UPVC Grand Luxe yang Lebih Tangguh

Perkembangan teknologi material telah menghadirkan produk atap uPVC berkualitas tinggi. Salah satu solusi modern adalah atap UPVC Grand Luxe. Oleh karena itu, material lama seperti asbes atau seng mulai ditinggalkan.
Atap UPVC Grand Luxe dirancang dengan struktur berlapis yang kuat. Selain itu, perlindungan terhadap sinar UV telah ditingkatkan. Dengan demikian, warna tidak mudah pudar meskipun terkena panas ekstrem.
Keunggulan lainnya adalah ketahanan terhadap korosi dan bahan kimia ringan. Oleh sebab itu, atap ini cocok digunakan di wilayah pesisir maupun industri. Selain itu, perawatan yang dibutuhkan relatif minimal. Dengan demikian, biaya jangka panjang dapat ditekan.
Dari sisi keamanan, material ini tidak mengandung serat berbahaya. Oleh karena itu, risiko kesehatan penghuni dapat diminimalkan. Selain itu, proses pemasangan dapat dilakukan dengan cepat karena bobotnya ringan.
Jika dibandingkan secara menyeluruh, uPVC untuk atap lebih unggul dibanding material konvensional. Oleh sebab itu, beralih ke UPVC Grand Luxe dapat menjadi investasi cerdas untuk bangunan Anda.
Produk Grand Luxe juga tersedia dalam berbagai tipe dan dapat dipesan melalui marketplace Shopee dan Tokopedia dengan pengiriman ke seluruh Indonesia, termasuk ke wilayah IKN melalui cabang Balikpapan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk, silakan hubungi kami melalui WhatsApp pada nomor berikut.
Kesimpulan
Apa beda atap uPVC dan cPVC terletak pada komposisi, fungsi, dan aplikasinya dalam konstruksi. Oleh karena itu, uPVC lebih direkomendasikan untuk kebutuhan atap bangunan. Dengan memilih atap UPVC berkualitas seperti Grand Luxe, bangunan Anda dapat menjadi lebih kuat, aman, dan tahan lama.
